Pelaporan Konsuler Untuk Anak yang Lahir Diluar Negara Amerika Serikat, atau Consular Report of Birth Abroad (CRBA)

Rainbow baby wearing rainbow blanket
Resource : https://www.thebump.com/a/rainbow-baby

“A baby makes love stronger, the days shorter, the nights longer, savings smaller, and a home happier”

     Sebagai pelaku pernikahan campuran yang melahirkan diluar Amerika Serikat, urusan paper sebagai orang tua tidak berhenti hingga sebatas akta kelahiran anak di Indonesia, namun diperpanjang dengan birokrasi berikutnya, yaitu Consular Report of Birth Abroad, atau yang disingkat CRBA. CRBA merupakan akta kelahiran Amerika Serikat untuk anak yang memiliki orang tua yang berkewarganegaraan Indonesia dan Amerika Serikat. CRBA diperuntukkan bagi anak yang baru lahir hingga yang berumur 17 tahun. Kadang proses birokrasi yang njlimet membuat beberapa orang tua bingung harus memulai dari mana, dokumen apa saja yang diperlukan hingga berapa jumlah rupiah atau dolar yang harus dikeluarkan.

     Ditulisan saya kali ini, saya akan menjelaskan proses pembuatan CRBA secara singkat. Namun sebelum saya break-down, saya ingatkan bahwa ada beberapa hal yang harus diingat sebelum memulai aplikasi.

  1. Orang tua/wali tidak bisa mengajukan CRBA tanpa scheduled appointment (perjanjian terjadwal) untuk setiap anak.
  2. Banyak dokumen yang mewajibkan untuk membawa/melampirkan dokumen asli beserta photocopy, jadi baca baik-baik setiap persyaratan yang menyangkut dokumen yang akan di-submit dalam proses interview.
  3. Kedutaan Amerika Serikat di jakarta memiliki list yang harus dilengkapi dan ditandatangani dan dibawa pada saat interview, list bisa didapatkan pada link Checklist CRBA namun berdasarkan pengalaman pribadi saya, mereka tidak terlalu memperhatikan hal ini, checklist yang saya bawa diserahkan kembali kesaya dan hanya mengambil dokumen yang saya selipkan diantara daftar checklist. Namun alangkah lebih baiknya jika persyaratan tersebut tetap dipenuhi untuk menghindari perjalanan bolak-balik ke kedutaan.
  4. Proses mendapatkan CRBA berbeda-beda, tergantung kondisi domisili orang tua saat apply, dalam kasus saya, suami berdomisili di Amerika Serikat karena urusan pekerjaan dan saya di Indonesia, sehingga dokumen yang saya submit berbeda dengan kedua orang tua yang berdomisili di Indonesia, atau kedua orang tua yang berdomisili di Amerika Serikat dan menyerahkan pembuatan CRBA anak kepada wali yang ada di Indonesia.
  5. Nilai biaya administrasi yang saya tulis tidak saya jamin sama, silahkan cek website kedutaan amerika serikat dibagian CRBA (boleh dibuka di-link nomor 3) untuk biaya pastinya.
  6. Kedutaan Amerika Serikat tidak menerima cash dalam bentuk dolar, jadi siapkan pembayaran dalam mata uang Rupiah atau debit/credit card (boleh mengunakan kartu luar negeri, yang penting berlogo Visa atau American Express)

Berikut break-down proses apply CRBA:

  1. Biaya pembuatan CRBA sebesar $100, anak yang berumur 16 tahun keatas dikenakan biaya $135 dan non refundable, jadi jika terjadi masalah dalam proses pembuatan CRBA dan gagal/ditolak, maka pembayaran tersebut tidak dapat ditarik kembali.
  2. Foto applicant (foto anak yang diajukan CRBA), berukuran 5cm x 5cm berlatar putih, untuk instruksi foto dan sample, bisa dibuka di-link berikut ini. https://travel.state.gov/content/travel/en/passports.html/pptphotoreq/photoexamples/photoexamples_5300.html
  3. Isi dan lengkapi form DS-2029. Isi dan lengkapi, namun jangan ditandatangani! Hanya orang tua anak (orang tua secara biologi) atau wali sah anak, diutamakan orang tua yang berkewarganegaraaan Amerika Serikat, yang dapat mengajukan aplikasi CRBA. Baik orang tua berkewarganegaraan Amerika Serikat atau Indonesia dapat menandatangani aplikasi CRBA didepan petugas konsuler. Apabila akan ditandatangani oleh wali, maka surat kuasa khusus dari orang tua atau surat pernyataan perwalian harus ditunjukkan. Baca baik-baik instruksi saat mengisi. Isi semua kolom dan persyaratan yang berlaku namun jangan ditandatangani hingga diminta oleh petugas konsuler waktu appoinment dikedutaan. Jika anak lahir diluar pernikahan oleh ayah berkewarganegaraan Amerika Serikat, maka sang ayah wajib mengisi poin nomor 28 halaman 3 pada form DS-2029. Jika sang ayah menurunkan kewarganegaraan kepada anak tidak dapat hadir, maka sang ayah harus mengisi dan melengkapi form State Department, DS-5507 (Affidavit of Parentage, Physical Presence and support) dan diserahkan terpisah. Form DS-2029 dapat didownload di-link berikut : DS-2029
  4. Affidafit of Parentage, Physical Presence and Support (DS-5507). Jika orang tua tidak dalam keadaan menikah pada saat kelahiran anak, dan sang ayah adalah warga negara Amerika Serikat, maka sang ayah harus mengisi dan melengkapi form DS-5507. Jangan menandatangani form jika sang ayah akan menghadiri interview. Namun jika sang ayah berhalangan hadir, maka sang ayah harus menandatangani form (pada halaman 3 dan 4) dan harus distempel dan ditandatangani oleh notaris tertunjuk di Amerika. Jika sang ayah meninggal, lampirkan surat keterangan kematian beserta photocopy. Form DS-5507 dapat didownload pada link berikut : DS-5507

Demikian langkah-langkah pembuatan CRBA untuk anak. Pembuatan CRBA bisa diajukan bersamaan dengan pebuatan paspor anak. Untuk langkah-langkah pembuatan paspor anak akan dibahas ditulisan saya berikutnya. Jika ada pertanyaan menyangkut CRBA, silahkan komentar atau tinggalkan pesan. Good luck! 🙂

Cari Jodoh Bule!

“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” – Dale Carnegie Judul diatas begitu banyak dicari oleh para wanita di Indonesia, entah diwebsite, dimedia sosial maupun buku (ini sudah jarang, tapi beberapa perpustakaan masih menyediakan buku … Continue reading “Cari Jodoh Bule’!”

foto-pernikahan-siti-kdi-dengan-pria-turki-_3-bp_-blogspot
Sumber : Facebook Rahma Perk

“Most of the important things in the world have been accomplished by people who have kept on trying when there seemed to be no hope at all.” – Dale Carnegie.

Judul diatas begitu banyak dicari oleh para wanita di Indonesia, entah diwebsite, dimedia sosial maupun buku (ini sudah jarang, tapi beberapa perpustakaan masih menyediakan buku petunjuk untuk mencari jodoh bule’). Alasan untuk mencari jodoh diluar negeri pun bermacam-macam. Dari beberapa teman yang saya “wawancarai” kenapa ingin mencari jodoh bule alasannya bervariasi, ada yang suka pria bule karena konon katanya lebih berpikiran terbuka, ada yang ingin memperbaiki keturunan yang konsep “memperbaikinya” bermacam-macam, dari yang ingin punya keturunan Londo hingga Afro nan eksotis, ada yang karena ingin jalan-jalan dan tinggal diluar negeri, dan ada juga yang ingin memperbaiki nasib, ada juga karena sudah cukup berumur dan susah mendapat jodoh di Indonesia, ada juga yang katanya susah dapat jodoh karena merasa tidak cukup cantik/ganteng untuk standar orang Indonesia dan akhirnya beralih untuk mencari bule’, karena bule kebanyakan mencari pasangan yang berkulit eksotis. Apapun alasannya, kembali lagi ke yang mencari jodoh, no judging!, karena kita tidak pernah tahu cerita kehidupan seseorang.

Nah pertanyaannya, bagaimana sih caranya biar dapat jodoh bule?. Berikut saya break down ya :

  1. Bahasa Inggris : Modal paling utama untuk mencari pasangan bule adalah sedikit banyak harus bisa bahasa inggris, minimal harus bisa komunikasi untuk hal sederhana, tapi alangkah baiknya jika bisa diusahakan lebih, karena jika hendak menuju ke jenjang yang lebih serius maka tetek bengek dokumen hampir semua menggunakan bahasa inggris, dari urusan pernikahan, visa, green card, akte lahir anak, dll (ini untuk yang berniat tinggal diluar negeri). Tapi yang paling penting adalah untuk tujuan komunikasi sehari-hari.
  2. Hunting : Setelah urusan bahasa inggris sudah check mulailah ber-hunting ria. Bagi yang tinggal disekitar wilayah wisata terutama yang sering dikunjungi turis, kesempatan untuk mendapatkan jodoh bule tentu lebih besar, tapi tidak pasti, tergantung kekeuhnya (dan jodoh).
  3. Hunting online : Ini alternatif via elektronik. Mulai dari facebook, add bule-bule yang masuk kategori, kirim pesan, ajak kenalan, lalu Skype-an,jika kenalannya diajak kejenjang yang serius usahakan video call minimal, jangan mau kalau cuma chat saja, bukan apa, banyak scammer yang mencari mangsa. Gunakan semua platform sosial media yang kalian punya, Tweeter, Snapchat, dll.
  4. Daftar disitus biro jodoh : Nah, ini juga merupakan cara yang lumayan ampuh untuk mencari jodoh. FYI, saya dan suami ketemunya dibiro jodoh loh ^_^ banyak situs biro jodoh yang dijajakan diinternet, dari yang gratis hingga yang berbayar. Berikut beberapa situs biro jodoh yang pernah saya coba.
    1. Asian dating, situs ini menyediakan beberapa opsi, ada yang gratis, ada pula yang berbayar, yang berbayar ini lebih banyak dipilih oleh kandidat laki-laki, bule’ dalam hal ini, karna opsi yang gratis mengunci opsi “pesan” disitusnya, sehingga tidak memungkinkan untuk mengirim pesan ke calon pasangan. Tapi banyak juga pria yang memilih opsi gratis dan lebih memilih mencari wanita yang membayar situs, pelit gitu hehehe. Saya sempat join selama 3 tahun namun kurang beruntung, pria yang mengajak serius saat itu tidak percaya pernikahan, saya akhiri setelah setahun, tidak ingin membuang-buang waktu.
    2. Muslim matrimonial, situs ini merupakan pecahan dari Asian dating juga, tapi lebih spesifik untuk yang ingin mencari yang seiman, dalam hal ini muslim.
    3. Christian cupid, masih pecahan dari Asian Dating, juga tersedia untuk teman-teman nasrani.
    4. Qiran.com, situs ini hampir sama dengan Muslim Matrimonial, tapi ketikka saya bergabung ternyata banyak juga yang non muslim yang join, malah lumayan banyak yang berlanjut hingga kejenjang pernikahan. Sedikit warning, untuk website ini bule’nya bukan bule’ barat ya, lebih banyak yang timur tengah, India, Pakistan. Nah, disitus website inilah saya bertemu suami (suami saya asli Mesir, tapi pindah menetap di AS saat umur 5 tahun).
    5. Untuk opsi lebih lengkap kalian bisa buka Asian Dating dan scroll kebagian paling bawah, disitu terdapat banyak pilihan spesifik situs websitenya.
    6. Terakhir, boleh cari situsnya sendiri. hehehe…
  5. Bergaul dengan WNA : untuk yang berjiwa sosial ini bukanlah hal yang sulit, tinggal mencari para ekspatriat disekitar anda.
  6. Bekerja di perusahaan asing/ perusahaan yang berkolaborasi dengan perusahaan asing : jika ekspatriatnya tidak dapat maka ini adalah opsi selanjutnya. Usahakan bekerja di NGO, jika tidak, cari perusahaan yang berkolaborasi dengan perusahaan asing, contohnya perusahaan aviasi. Dulu saya sempat bekerja sebagai sekertaris di perusahaan aviasi, kru yang didatangkan selalu dari luar dan ganti setiap per 6 bulan.
  7. Au Pair : Au Pair merupakan program yang ditawarkan dari luar negeri yang bertujuan untuk mencari baby sitter atau house assistant dari negara-negara lain. Dan kebanyakan negara yang memiliki program Au Pair adalah negara barat, seperti Amerika Serikat, Belanda, Perancis, dll. Au Pair ini sebenarnya populer untuk para siswa yang baru lulus yang ingin mencicipi kehidupan luar negeri, namun tidak tertutup kemungkinan untuk siapa saja. Au Pair ini biasanya berlangsung selama setahun. Kesempatan ini bisa dimanfaatkan, selain untuk mencari jodoh, tentunya juga untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Asyik banget kan ^_^ Berikut saya sertakan link untuk Au Pair World ya. Jika kalian ingin mencari negara yang spesifik ingin kalian kunjungi, silahkan di-browsing sendiri ya!.
  8. Minta dicarikan: opsi terakhir, minta tolong carikan sama teman yang berdomisili diluar negeri atau teman yang berjodoh dengan orang asing, siapa tau pasangannya punya stok teman jomblo.

Demikian beberapa tips dan cara mendapatkan jodoh bule. Ini khusus untuk teman-teman yang di Indonesia ya, buat yang bisa kuliah, bekerja atau jalan-jalan keluar negeri boleh cari sendiri, bisa ketemu bejibun soalnya, hehehe..

Satu hal yang saya sampaikan, siapapun, darimanapun kalian, niat, keinginan, dan cita-cita kalian bisa terwujud, termasuk dalam jodoh. Pantang menyerah dan jangan pernah berkecil diri, satu hal tentang bule, mereka kebanyakan tidak banyak cencong, malah untuk untuk ukuran mereka wanita/pria berkulit gelap lebih diminati, mereka juga tidak terlalu pusing dengan kondisi finansial kalian, jadi jangan memandang rendah diri kalian dari segi apapun. Saya sendiri orang Bugis, berasal dari kampung, dari desa kecil yang entah tercatat di map atau tidak (just kidding, ada kok di map, cari aja desa KaniE, kecamatan maritengngaE) 😊, belajar bahasa inggris otodidak saat bekerja di Gramedia, soalnya tidak mampu bayar kursus saat itu, sampai akhirnya tidak terasa kemampuan bahasa inggris lumayan terasah. Dengan modal bahasa inggris akhirnya bisa dapat kerjaan yang lumayan bagus dan bisa berinteraksi dengan para ekspat yang kebanyakan berasal dari Rusia dan Ukraina, tapi kurang beruntung. Sampai suatu hari saya membuka situs biro jodoh dan akhirnya kontakan dengan suami hanya dalam waktu 2 minggu setelah join. Setelah berhubungan secara long distance selama 1,5 tahun akhirnya dia datang langsung melamar. Bagaimana ribetnya urusan birokrasi dan syarat-syarat pernikahan, nanti saya bahas ditulisan saya selanjutnya.

Selamat ber-hunting ria guys and gals. Jika ada pertanyaan atau sekedar berbagi pengalaman, silahkan tinggalkan pendapat. Much love and good luck!

P.S : Please, tulisan saya jangan di-bully, ini juga lagi belajar 😊